TAKAKURA? Hmmm…

Apa itu takakura?
Mengapa takakura penting?
Keuntungan menggunakan takakura?
Bagaimana cara kerja takakura?
Bagaimana cara untuk mendapatkan takakura?


Pernahkah teman-teman mendengar tentang keranjang takakura? Apakah keranjang takakura itu?
Tahukah teman-teman tentang pengomposan? Bagaimana cara melakukan pengomposan?

Mungkin sebagian dari kita sudah sangat familiar dengan istilah-istilah tersebut tapi belum paham seutuhnya mengenai cara kerjanya, keuntungannya, hingga sampai ke pertanyaan dimana kita harus membuatnya atau bahkan membelinya. 

Keranjang Takakura adalah keranjang pengomposan yang dikembangkan dan diperkenalkan oleh seorang Profesor Takakura dari Jepang. Beliau memperkenalkan bahwa pengomposan dalam rumah tangga sangat mungkin dilakukan melalui teknologi yang tepat dan dengan cara yang sederhana.

Metode keranjang takakura merupakan proses pengomposan aerob di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos. Media yang dibutuhkan dalam proses pengomposan yaitu dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi dengan bahan-bahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses pengomposan metode ini dilakukan dengan cara memasukkan sampah organik – idealnya sampah organik tercacah – ke dalam keranjang setiap harinya dan kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman air.

Di Indonesia, takakura ini sendiri dikembangkan dan diperkenalkan oleh suatu organisasi di kota Surabaya yang bernama PUSDAKOTA atau Pusat Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan.

Pengomposan sendiri adalah sebuah proses pembusukan material organik di alam. Dengan metode pengomposan yang benar akan mencegah sampah organis menimbulkan bau yang tidak sedap dan mencegah tempat tersebut menjadi tempat berkembang biak bibit penyakit.

Sampah organik khususnya di Indonesia, pada umumnya mencakup hingga 50% dan dengan melakukan pengomposan, itu artinya kita dapat mengurangi 50% sampah kita.

Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan mengompos sendiri yaitu, secara otomatis kita akan terbiasa untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Minimal kita dapat melakukan pemilahan sampah organis dan non-organis. Kemudian kita juga dapat mengurangi pencemaran ke sungai-sungai atau air tanah. Membantu mencegah pemanasan global, karena dalam kompos sebagian besar karbon dari sampah kita tidak terlepas ke udara (sebagai CO2 atau CH4). Selain itu kompos yang dihasilkan dari kegiatan ini akan menjadi mitra Anda untuk berkebun tanpa pupuk kimia. Atau kalaupun kita membuangnya di atas tanah, maka kompos akan menambah kesuburan tanah.

Begitu pula dengan keranjang takakura, keranjang ini mempunyai konsep yang sama dengan konsep pengomposan biasa, hanya saja keranjang ini bisa disimpan dalam ruangan. Keranjang ini berukuran kecil tetapi kinerjanya tinggi. Metode takakura ini mampu mengompos dengan cepat dan kecil sekali kemungkinan timbulnya bau. Walaupun ruang yang disisakan untuk menghompos hanya 1/3 wadah, tetapi wadah akan penuh paling cepat 2-3 bulan. Takakura memiliki kapasitas untuk mengolah 1-2 kg sampah per-hari dengan jumlah anggota keluarga 5 hingga 7 orang.

Alat dan bahan keranjang takakura sangat mudah diperoleh. Kita bahkan bisa membuat sendiri media isinya dan alternative pilihan keranjang takakura dengan relatif mudah. Takakura mampu mengolah sampah organik seperti misalnya sampah sayur baru atau sisa sayur basi, sisa nasi basi, sampah buah kecuali kulit buah yang keras, sampah ikan laut atau daging dalam jumlah kecil, sampah kebun yang sudah dicacah, kulit telur yang sudah dihancurkan dan tulang lunak.
Berikut adalah petunjuk dalam menggunakan keranjang takakura:

1. Buka keranjang Takakura, kain penutup dan bantalan sekam
2. Gali media pengkomposan dengan sekop kecil tepat di tengahnya sehingga terbentuk lubang. Sesuaikan ukuran galian dengan jumlah sampah yang akan dimasukkan.
3. Kemudian masukkan sampah organis yang akan anda kompos.
4. Timbun sampah tadi dengan menggunakan media yang ada di tepian lubang sehingga sampah tertutupi.
5. Tutup kembali dengan bantal sekam
6. Tutup kembali keranjang Takakura dengan kain penutup dan penutup keranjang

Di hari berikutnya ketika kita akan memasukkan sampah, terlebih dahulu perlu melakukan pengadukan secukupnya, supaya sampah yang dimasukan sehari sebelumnya tercampur merata dengan media pengkomposan. Setelah itu lakukanlah langkah nomor 2 hingga nomor 6 di atas.

Keranjang takakura dirancang sebagai sarana pengkomposan di dalam rumah. Jadi manfaatkan sebaik mungkin kemampuan ini dengan menempatkannya di lokasi-lokasi strategis dalam rumah, misalnya, dapur atau ruang makan. Hindarkan keranjang dari terik matahari langsung, agar keranjang tidak cepat rusak dan kompos tidak cepat kering, hindarkan pula dari hujan, simpan keranjang di tempat teduh.

Saat ini, untuk memperoleh keranjang takakura beserta isinya sangat mudah. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam penyehatan lingkungan yaitu Greeneration Indonesia telah bekerja sama dengan industri rumah tangga yang menyediakan keranjang takakura tersebut untuk masyarakat.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Greeneration Indonesia
Jl. Kanayakan D-35
Bandung 40135
022-2500189

Disusun oleh Dyndyn Ardhini dari berbagai sumber.

Sumber:
http://keranjangtakakura.blogspot.com/
http://azer.students-blog.undip.ac.id/2009/11/membuat-kompos-metoda-keranjang-takakura/
http://puskesmasmojoagung.wordpress.com/2008/07/08/puskesmas-mojoagung-peduli-lingkungan-mengolah-sampah-organik-dengan-metode-takakura/
http://satuded1.multiply.com/photos/hi-res/upload/SP3cVgoKCrEAAGnuLbc1

12:47 pm, by greeneration 2
Notes
  1. oenank reblogged this from greeneration
  2. greeneration posted this