Greeneration Indonesia Blog

Mar 26

Atasi Sampah dengan MASUK RT

Permasalahan sampah yang tidak terkelola dengan baik sangat mempengaruhi sebab terjadinya perubahan iklim. Bandung, salah satu kota besar yang padat penduduk dan banyak dikunjungi wisatawan berpotensi menambah percepatan timbulan sampah dalam kurun waktu yang singkat. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan penerapan manajamen sampah yang tepat dan berkelanjutan serta melibatkan banyak pihak. Sejak tahun 2009, Greeneration Indonesia (GI) berperan aktif dalam pengelolaan sampah  melalui program Manajemen Sampah Untuk Kawasan Rumah Tangga (MASUK RT).

Program yang sudah diterapkan di wilayah RW 02 KPAD, Kelurahan Gegerkalong, Bandung, ini bertujuan membentuk partisipasi, swadaya, dan kemandirian masyarakat dalam sistem pengelolaan persampahan. Program ini berperan mengurangi pencemaran pada tanah, air, dan udara akibat pengelolaan sampah yang tidak memperhatikan pengelolaan lingkungan yang baik. Selain itu menjaga keseimbangan ekologis melalui kegiatan seperti pengomposan dan reduksi sampah mulai dari sumber. Melalui program ini pula masyarakat dapat meningkatkan produktivitas yang berpengaruh pada perekonomian dari para pelaku sektor persampahan seperti dinas kebersihan, pemulung (sektor informal), industri pengolahan sampah, industri kerajinan.

Penanggulangan sampah bukan sekedar masalah teknologi. GI melihat isu persampahan dari berbagai sisi untuk menemukan strategi dan solusi dalam manajemen persampahan yang saat ini belum optimal. Manajemen persampahan yang baik menerapkan lima aspek persampahan, yaitu peraturan, kelembagaan, pembiayaan, teknologi/manajemen, dan peran serta masyarakat. Keterlibatan dan peran aktif dari masyarakat dapat berpengaruh besar dalam perbaikan sistem pengelolaan sampah. Sistem manajemen persampahan yang ada saat ini belum mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam mengelola sampah, dan secara mendasar mengubah perilaku serta sudut pandang masyarakat akan isu persampahan dan sanitasi.

Program MASUK RT melibatkan peran aktif warga melalui pendekatan yang sesuai dengan kondisi ligkungan, psikologi, dan sosial masyarakat. Sudah dua tahun GI mendampingi 700 kepala keluarga di KPAD untuk mengelola sampahnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan terjadi pengurangan volume sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).  Pembentukan tim Satuan Kerja (Satker) MASUK RT merupakan salah satu upaya untuk mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat. Satker juga sebagai lembaga pelaksana dan pemantau keberlangsungan program, sedangkan GI berperan sebagai fasilitator atau pengelola pengetahuan, jejaring, dan modal program.

Pada proses pelaksanannya, MASUK RT juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan lembaga yang terdapat di wilayah tersebut sebagai pembuat kebijakan. Kepedulian tokoh masyarakat terhadap isu persampahan dapat meningkatkan kepercayaan warga terhadap program yang diterapkan di wilayah tersebut. Kerjasama multi pihak merupakan kunci keberhasilan program pengelolaan sampah ini.

Namun program ini bukan tanpa kendala. Selama dua tahun berjuang untuk pengelolaan sampah yang lebih baik membutuhkan tenaga serta pemikiran yang lebih dari sekedar konsep karena konsep paling ideal pun bisa berubah sesuai kondisi masyarakat. Perlu banyak penyesuaian dalam menjalankan program ini. Tidak semua masyarakat menyambut baik program ini. Banyak orang yang tidak merasa perlu melakukan pengelolaan sampah karena selama ini tidak pernah melihat sampah sebagai suatu masalah di tempat tinggalnya. Butuh waktu lama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa masalah sampah bukan hanya masalah hari ini, tapi juga masalah lingkungan bertahun-tahun mendatang.

Karakter dan kebutuhan masyarakat yang heterogen cukup menjadi kendala dalam penyesuaian program. Perlu pemetaan yang jelas sehingga memudahkan proses pendekatan dan memahami kebutuhan masyarakat. Berbagai konflik sosial yang muncul di masyarakat juga menjadi bagian dari proses pendampingan. Bagian ini membutuhkan penanganan yang tepat sehingga tidak menimbulkan konflik yang lebih besar. Peran serta masyarakat memang tahapan inti dari program pengelolaan sampah. Setelah tahapan itu tercapai, tahapan lain akan lebih mudah untuk dilaksanakan.

***

Indri Guli

Mar 22

Air Mengalir Sampai Jauh

Air mengalir sampai jauh,

Akhirnya ke laut…

Lirik lagu Bengawan Solo karya Gesang tersebut sepertinya tepat untuk menggambarkan siklus air sekarang ini. Beberapa tahun terakhir banyak air larian, yang mengalir begitu saja sampai jauh, sampai laut. Lalu mereka menguap lagi (dengan cepat) menjadi awan, lalu hujan. Lalu mengalir lagi sampai jauh.

Air yang mencapai dua per tiga bagian permukaan bumi jumlahnya tidak pernah berubah, hanya bentuknya berubah dalam siklus hidrologi yang terus-menerus, yakni air di daratan-air laut-uap air-air hujan).  Tetapi perlu diperhatikan dari seluruh air yang terdapat di muka bumi, 97,5% diantaranya merupakan air asin yang terdapat di laut. Dan hanya 2,5% saja yang berupa air tawar.

Dari jumlah 2,5 persen air tawar (freshwater) yang dimiliki bumi pun hanya sebanyak 0,4 persen yang terdapat di permukaan tanah (surface) dan atmosfir (atmospheric water). 0,4 persen air tawar inilah yang sering diperebutkan dan dikonsumsi oleh milyaran penduduk bumi. Selebihnya berupa glasier (gletser; bongkahan es) yakni sebesar 68,7%, ada pula yang tersimpan di dalam tanah dalam bentuk airtanah (groundwater) sebesar 30,1 % dan sebanyak 0,8% tersimpan dalam bentuk tanah beku (permafrost).

Laju pertambahan penduduk yang semakin cepat tentu berpengaruh pula pada meningkatnya kebutuhan akan air bersih. Padahal ketersediaan air di muka bumi ini sangat terbatas menurut ruang dan waktu, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Penggunaan air tanah merupakan salah satu alternatif yang dilakukan manusia guna memenuhi kebutuhan akan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri. Masalah yang kemudian muncul adalah penyedotan air tanah secara besar-besaran dapat mempengaruhi kualitas lingkungan, dalam hal ini air dan permukaan tanah.

Percepatan laju pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan berakibat semakin besarnya air larian yang akhirnya mempengaruhi  jumlah air tanah. Berkurangnya tanah sebagai daerah resapan air serta pohon-pohon yang menahan air mendukung semakin besarnya volume air larian. Air tersebut menggenang di permukaan dalam jumlah yang berlebihan, yang kita sebut banjir.

Kecilnya komposisi air tawar yang bisa kita konsumsi, serta daya renewable (perbaharuan) air yang sangat lama (Kecepatan renewable air adalah sepuluh pangkat minus dua cm per detik. Dengan kecepatan itu dibutuhkan waktu hingga beberapa generasi bagi air untuk memperbaharui dirinya), maka sudah saatnya kita menjadi bijak dalam menggunakan air. Langkah-langkah seperti membuat sumur resapan atau menabung air hujan dapat dijadikan alternative dalam menjaga ketersediaan air bersih demi kehidupan kita dan generasi penerus kita kelak.

Selamat Hari Air.

***

Indri Guli

Mar 21

[video]

Mau Dibawa Kemana Sampah Kita?

Masih banyak orang berpikir bahwa “membuang sampah pada tempatnya” adalah solusi untuk masalah persampahan, padahal kalimat itu sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini. Sekedar  membuang sampah pada tempatnya hanyalah memindahkan lokasi penumpukan sampah dari ruang yang kecil (skala rumah tangga) ke ruang yang lebih besar, dalam hal ini TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Metode tersebut sama sekali tidak mengurangi timbulan sampah yang ada.

Tahun 2005 merupakan catatan terburuk dalam pengelolaan persampahan di Bandung dengan meledaknya TPA Leuwigajah. Tetapi perlu diperhatikan bahwa tragedi tersebut tidak terjadi begitu saja dalam waktu yang singkat, melainkan akibat dari pengelolaan persampahan yang tidak tepat selama bertahun-tahun. Tentu saja ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah atau Dinas Kebersihan, tetapi tanggung jawab setiap individu yang berpotensi menyumbang timbulan sampah.

Saat beraktivitas setiap hari selalu ada sampah yang dihasilkan, baik kecil maupun besar. Seringkali kita tidak memikirkan perjalanan selanjutnya sampah tersebut; akan kemana dan jadi apa sampah yang kita buang. Kita hanya selesai pada tahap “terbebas dari sampah” padahal sampah itu kemudian menjadi masalah bagi orang lain. Sampah yang kita buang ke tempat sampah akan berkumpul dengan sampah-sampah yang juga dibuang oleh orang lain, lalu berakhir di TPA dan bertambah setiap saat. Jika begitu, siap-siap menghadapi lagi tragedi Leuwigajah.

Penanganan sampah sebaiknya dilakukan dari sumbernya, yaitu skala rumah tangga. Jika kita bisa meminimalisir keluarnya sampah dari rumah, tentu akan sangat mempengaruhi timbulan sampah yang ada di TPA. Cara yang paling efektif untuk mewujudkan itu adalah kurangi volume sampah (reduce). Bagaimana caranya? Mudah saja. Berikut ini beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:

Catatan penting dalam menangani permasalahan sampah adalah mulailah menjadi bijak. Semoga dengan begitu lingkungan kita menjadi tempat yang selalu nyaman untuk dihuni.

***

Indri Guli

Mar 15

Vampire Load

Sadarkah kita betapa banyak vampir di rumah kita? Vampir yang dimaksud di sini bukan vampir penghisap darah melainkan penghisap energi listrik. Secara tidak sadar kita membiarkan para “vampir” ini terus menghisap energi listrik di rumah kita. Peralatan elektronik yang masih terhubung pada sumber listrik tetap mengkonsumsi listrik meskipun dalam keadaan tidak terpakai, inilah yang disebut vampir.  Televisi, computer, DVD player, mesin fax dan mesin penjawab, printer,  dan pengisi daya ponsel (charger) adalah peralatan paling umum yang ada hampir di setiap rumah. Ternyata seluruh peralatan ini dapat menyedot hingga 20 persen energi di rumah kita.

Memang, listrik yang dikonsumsi pada saat itu hanya sedikit. Tapi energi yang terbuang sia-sia tersebut jika diakumulasikan dalam waktu bulan bahkan tahun akan menunjukkan angka yang signifikan. Belum lagi penggunaan peralatan elektronik lain yang membutuhkan energi dalam jumlah besar, seperti lemari es, turut menyumbang angka konsumsi energii serta nominal yang harus kita bayar. Ya, pemilihan alat elektronik pada akhirnya akan berpengaruh pada biaya yang harus kita keluarkan setiap bulan.

Dalam skala besar, penghematan energi di rumah turut menbantu penghematan energi nasional. Penyediaan energi nasional sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil yang ketersediaannya di alam semakin berkurang dan tidak terbarukan. Dalam proses penggunaannya, bahan bakar fosil mengeluarkan gas rumah kaca ke atmosfer yang berpotensi menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.

Ada beberapa tips yang dapat diikuti untuk menghemat penggunaan energi di rumah:

  1. Hindari adanya para “Vampir” dengan mencabut seluruh peralatan elektronik jika tidak digunakan. Hanya mematikan dalam keadaan “standby” tetap membutuhkan listrik.
  2. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lampu ini harganya lebih mahal, tapi dalam penggunaannya hanya membutuhkan energi yang jauh lebih kecil serta lampu ini lebih tahan lama dibandingkan lampu pijar biasa. Jika dikalkulasikan, biaya yang kita keluarkan dalam setahun untuk lampu hemat energi justru lebih murah dibandingkan dengan lampu biasa.
  3. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, termasuk memilih alat yang memenuhi standar efisiensi energi. Sebelum membeli peralatan elektronik, sebaiknya memperhatikan kebutuhan daya listriknya terlebih dahulu.
  4. Menjaga dan merawat alat-alat rumah tangga, dan menggantinya jika usang atau rusak. Peralatan yang sudah lama atau rusak efisiensi kerjanya menurun sehingga lebih boros listrik.
  5. Sebaiknya rumah mendapatkan cahaya matahari yang cukup serta memiliki sistem sirkulasi udara yang baik sehingga dapat mengurangi penggunaan lampu dan AC.
  6. Jika terlanjur harus menggunakan AC, sebaiknya mengatur suhu agar tidak terlalu rendah, karena semakin dingin maka semakin banyak konsumsi energi listrik.

Mari kita mulai bijak memanfaatkan energi. Sekarang. (IG)

Mar 11

Dari Perempuan Untuk Lingkungan

Tidak banyak yang tahu bahwa tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia. Peringatan ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Perjuangan kaum perempuan di dunia mengalami proses yang panjang berabad-abad lamanya sejak zaman Yunani Kuno. Setelah terjadi beberapa tragedy yang melibatkan maupun berdampak pada perempuan di berbagai Negara, pada tahun 1917 berbagai Negara di dunia sepakat untuk memperingati Hari Perempuan pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya.

Mengingat perjuangan panjang yang dilakukan oleh kaum perempuan dan perkembangan pergerakan perempuan dalam berbagai bidang, tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan juga memiliki potensi, sesuai perannya, dalam upaya perbaikan kehidupan secara umum. Dalam beberapa hal, peran perempuan justru lebih dominan dan lebih baik untuk melakukannya. Tentu saja ini bukan berarti semua hal bisa dilakukan oleh perempuan. Pembagian peran antara perempuan dan laki-laki justru akan menciptakan banyak hal yang lebih baik dan lebih harmonis.

Dalam masalah lingkungan, perempuan dapat berkontribusi lebih banyak dalam upaya perubahan perilaku yang ramah lingkungan. Perempuan, sebagai ibu rumah tangga, memiliki peran yang jauh lebih besar dalam mengelola rumah tangga. Peran ini berpotensi besar juga pada keadaan lingkungan yang lebih baik.

Berikut ini dua hal penting yang biasa dilakukan perempuan dan perannya dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik:

1. Perempuan lebih sering berbelanja untuk kebutuhan rumah tangga.

2. Secara psikologis dan tanggung jawab, perempuan lebih berperan aktif dalam memperhatikan perilaku anggota keluarga dan tumbuh kembang anak-anak.

Beberapa hal diatas merupakan contoh kecil yang bisa dilakukan, tentu masih banyak hal yang bisa dilakukan para perempuan di dunia untuk lingkungan yang lebih baik. Selamat Hari Perempuan. 

***

Indri Guli

Feb 23

Earth Hour Indonesia dukung #DietKantongPlastik

Yup!

Salah satu gaya hidup yang didukung oleh Earth Hour (EH) Indonesia adalah #DietKantongPlastik.

Setelah berhasil mendorong masyarakat menghemat energi dengan gerakan massal yang mendunia berupa mematikan lampu selama satu jam, EH pun mendorong gaya hidup ramah lingkungan. #DietKantongPlastik adalah salah satu Aksi Nyata dari gaya hidup ramah lingkungan yang didukung oleh EH. Tahun 2012 ini sungguh spesial, dengan tagline EH Indonesia kali ini berupa “#IniAksiku Mana Aksimu”, EH benar2 memberikan contoh dan solusi bagi masyarakat untuk mewujudkan aksi nyata dalam kesehariannya.

Ayo #DietKantongPlastik sambil mendukung kampanye EH!!! Miliki baGoes edisi khusus EH ini sebagai bentuk dukungan kamu terhadap pengumpulan dana kampanye EH 2012 dan tekad untuk memulai #DietKantongPlastik.

baGoesTOTESs

[bigger photo]

baGoesCLASSIC

[bigger photo]

baGoesTREK

[bigger photo]

baGoes ini dibuat khusus untuk kampanye EH 2012, berkolaborasi bersama WWF Indonesia dan para EH Champions dari Kota Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan kota lainnya.

Donasi Anda dan sebagian keuntungan dari penjualan baGoes dipergunakan untuk kampanye EH 2012 oleh masing-masing kota perwakilan EH Champions.

Pemesanan

KLIK DISINI

atau hubungi kontak berikut berdasarkan Kota Anda:

1. Jakarta: Pak Kris (0812-8477-962) kriswardhana@yahoo.com

2. Bandung: Mas Zulqarnain (0857-2057-7177) zulqarnain.rosano@gmail.com

3. Semarang: Mas Yogi (0856-4080-8699) yogi.ananto@gmail.com

4. Yogyakarta: Mba Icha (0817-488-7645) liasamadi@gmail.com

5. Solo: Mas Bias (0899-555-8889) hasbybiasafil@yahoo.co.id

6. Surabaya: Mas Andi (0856-4684-4070) andi.fib@gmail.com

7. Malang: Mba Martha (0812-338-6565) martha.siswanto@gmail.com

8. Kota lain: Mas Tian (0856-120-1042) tian.natalie@gmail.com

Terima kasih telah PEDULI!

salam,

.GI.

Jan 10

Kewirausahaan Sosial: Greeneration Indonesia

GI

Tahukah kamu tentang Kewirausahaan Sosial? Berbagai permasalahan di masyarakat dipercaya bisa dipecahkan melalui spirit Kewirausahaan Sosial. Menurut Wikipedia, “Kewirausahaan sosial adalah disipilin ilmu yang menggabungkan antara kecerdasan berbisnis, inovasi, dan tekad untuk maju ke depan”. Bahkan Prof. Muhammad Yunus dari Grameen Bank peraih Nobel Prize pun berkata, “Ketika terjadi kemiskinan yang marak, dan ketiadakadilan sosial, Kewirausahaan Sosial adalah jawabannya”.

Berikut Asosiasi Kewirausahaan Sosial di Indonesia » http://www.aksi-indonesia.org

Salah satu contoh Kewirausahaan Sosial adalah Greeneration Indonesia yang saat ini mendapat apresiasi turut menjadi finalis Wirausaha Muda Mandiri 2011 - kategori alumni - bidang kreatif. Ayo berikan komentar dan feedback-mu langsung via halaman youtube di link berikut: 

Profil Greeneration Indonesia 

http://www.youtube.com/watch?v=BI-BvX3Rdps 

Semoga komentar dan feedback rekan-rekan mampu memperkuat itikad Greeneration Indonesia membangun negeri ini seutuhnya, HARMONIS secara berkelanjutan. :D 

Sebagai informasi tambahan, untuk menambah semangat dan seru, Bank Mandiri akan memberikan apresiasi terhadap pemberi komentar. Komentar terbaik pertama berhak memenangkan masing-masing 1 buah Ipad 2, dan 6 (enam) pemberi komentar terbaik kedua berhak memenangkan masing-masing 1 buah Blackberry Curve 9360. 

Terima kasih atas komentar dan feedbacknya, selamat berkarya memberikan komentar terbaik dari HATI. :D 

Mohon bantuannya menyebarkan informasi ini bila berkenan. Terima kasih. 

salam,

.GI.

Dec 31

Wahai sahabat,Tanpa ramalan Bangsa Maya tentang 2012, bumi ini sudah mengarah pada kerusakan lingkungan yang memprihatinkan. Semua tanda bisa kita lihat serta rasakan, dan kondisi itu tak lepas dari perilaku kita sendiri. Mari bersyukur bahwa manusia diberi kehendak dan akal pikiran, untuk merubah kondisi menjadi lebih baik hingga batas optimal kita. Mari berkolaborasi mewujudkan perilaku ramah lingkungan dan kelestarian bumi pertiwi untuk mewujudkan masa depan yang harmonis.SELAMAT TAHUN BARU 2012 Greeneration Indonesiagreen attitude green environment(File Hi-Res)

Wahai sahabat,

Tanpa ramalan Bangsa Maya tentang 2012, bumi ini sudah mengarah pada kerusakan lingkungan yang memprihatinkan. Semua tanda bisa kita lihat serta rasakan, dan kondisi itu tak lepas dari perilaku kita sendiri. Mari bersyukur bahwa manusia diberi kehendak dan akal pikiran, untuk merubah kondisi menjadi lebih baik hingga batas optimal kita. 

Mari berkolaborasi mewujudkan perilaku ramah lingkungan dan kelestarian bumi pertiwi untuk mewujudkan masa depan yang harmonis.

SELAMAT TAHUN BARU 2012 

Greeneration Indonesia
green attitude green environment

(File Hi-Res)

Nov 26

Kemtan Keluarkan 10 Varietas Padi

Jakarta, BERLING-Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian menghasilkan 10 varietas padi baru sebagai upaya antisipasi dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan

Haryono, Kepada Badan Litbangtan, di Jakarta, kemarin seperti dilansir Antara mengatakan, perubahan iklim yang terjadi saat ini mengakibatkan cuaca ekstrem baik kering maupun hujan yang sulit diprediksi selain itu memunculkan serangan hama.”Oleh karena itu diperlukan benih padi yang tahan terhadap kekeringan, tahan genanangan maupun serangan hama wereng. Pada 2010 Litbang telah menghasilkan 10 varietas untuk antisipasi fenomena tersebut,” katanya.

Menurut dia, meskipun fenomena perubahan iklim baru dirasakan belakangan ini namun ke 10 varietas padi baru tersebut merupakan hasil penelitian selama enam hingga tujuh tahun. Beberapa varietas padi baru yang dihasilkan Badan Litbang untuk mengantisipasi perubahan iklim tersebut antara lain Inpara yang toleran terhadap rendaman, Inpago yang tahan kekeringan dan Inpari yang tahan terhadap serangan hama tanaman.

Pada kesempatan itu Haryono mengatakan, dalam lima tahun terakhir Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan 31 varietas padi unggul baru. Hingga saat ini lembaga penelitian di bawah Kementerian Pertanian itu telah menghasilkan lebih dari 200 varietas padi unggul.

Selain menghasilkan varietas padi jenis baru, menurut dia, Badan Litbang juga memperkenalkan kalender tanam yang baru untuk mengantisipasi perubahan iklim tersebut. Kalender tanam tersebut memuat antara lain informasi varietas padi yang sesuai untuk setiap wilayah hingga tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, rekomendasi pupuk sertan masa pertanaman.”Kalander Tanam yang ada selama ini memang harus diubah karena perubahan (cuaca) yang dinamis,” katanya.

Menurut dia, kalander tanam yang baru tersebut memuat 220 zona musim sebagaimana kebijakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang tersebar di 18 provinsi atau 198 kabupaten.

Sumber: http://www.beritalingkungan.com