#Coin4BabakanSiliwangi & the story begin…

Dear all,

Setelah melakukan konsolidasi dengan elemen warga Bandung yang peduli akan keberadaan Babakan Siliwangi, maka salah satu alternatif solusi yang akan ditempuh adalah membeli kembali hak Babakan Siliwangi untuk tetap menjadi Hutan Kota penyanggai lingkungan hidup di Bandung.

Silakan baca > Siaran Pers Gerakan Koin Untuk Selamatkan Hutan Kota Babakan Siliwangi

Berikut beberapa cuplikan kisah pembuatan rekeningnya diambil dari LIVE TWEET @greenerationID:

9:45 a.m. - Feb 15, 2013 Pembukaan rekening bersama Forum Peduli Babakan Siliwangi

image

9:57 a.m. - Feb 15, 2013 Rekening bersama  Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi diwakili kang Cucu Hambali & Muhammad Hendarsyah

image

10:03 a.m. - Feb 15, 2013 Siap memperjuangkan Babakan Siliwangi secara aktif? Yuk kencleng utk 

image

10:15 a.m. - Feb 15, 2013 Alhamdulillah! Rekening  sudah terbuat: Bank Mandiri 13000-125-400-20 a/n Muhammad Hendarsyah/ Cucu Hambali

image

10:21 a.m. - Feb 15, 2013 Ini buku & slip tabungan pertama . Mandiri 1300012540020 a/n Muhammad Hendarsyah/Cucu Hambali

image

10:26 a.m. - Feb 15, 2013 Koin dr generasi penerus yg masih butuh oksigen & kelestarian alam.  utk 

image

10:31 a.m. - Feb 15, 2013 Para perwakilan lembaga Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi utk pembukaan rekening bersama 

image

Jadi, ayo koordinir #Coin4BabakanSiliwangi di komunitasmu! :)

Buat kenclengmu sendiri yang kreatif dengan logo yang telah dibuat mbak Tita Larasati + kumpulkan donasinya, kemudian serahkan ke markas:

Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi | Jalan Piit No 5 Bandung 40133

atau transfer ke nomer rekening bersama #Coin4BabakanSiliwangi, Mandiri no 13000-125-400-20 a/n Muhammad Hendarsyah/Cucu Hambali.

Sesuai pesan kang Gustaff H. Iskandar, perlu ada mekanisme pelaporan & audit rutin agar #Coin4BabakanSiliwangi akuntabel. Jadi mari kita awasi bersama dan wujudkan lingkungan Bandung yang lebih baik dimulai dari mempertahankan Babakan Siliwangi sebagai kebanggaan warga Bandung & rakyat Indonesia karena menjadi The First World City Forest.

Salam KOLABORASI,

~Greeneration Indonesia

05:42 pm, by greeneration 1

Siaran Pers
Gerakan Koin Untuk Selamatkan Hutan Kota Babakan Siliwangi

We must come to peace with and accept our place in the natural world (William McDonough)


Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi yang memiliki luas sekitar 3,8 Ha merupakan kawasan lindung yang memiliki posisi dan peran strategis dalam mendukung kehidupan dan keberlanjutan lingkungan hidup Kota Bandung sehingga penting dipertahankan dan diselamatkan. Upaya penyelamatan hutan kota ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No 41 tentang Kehutanan dan Peraturan Pemerintah No 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota, pasal 2 menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan hutan kota adalah untuk kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. Kemudian, pasal 3 menyatakan bahwa fungsi hutan kota adalah untuk : a. memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika; b.meresapkan air; c. menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan d.mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Berdasarkan hitungan Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia - Jawa Barat, 1 hektar area yang dipenuhi pohon, perdu, semak, dan rumput akan menghasilkan kanopi seluas 5 hektar. Dalam tempo 12 jam, kanopi ini dapat menarik 1.800 kilogram carbon dioksida (CO 2 ) dan melepaskan 1.200 kilogram oksigen (O 2 ) yang setara dengan 1.560 liter O 2. Dengan perkirakan harga Oksigen mencapai Rp 25.000 per liter, maka nilai ekonomi oksigen yang dihasilkan dari lahan seluas satu hektar adalah Rp 39 juta per hari. Dengan perhitungan lahan efektif Babakan Siliwangi seluas 3 hektar, maka dalam sehari mampu menghasilkan oksigen senilai Rp 117 juta dan dalam setahun Babakan Siliwangi menghasilkan oksigen senilai Rp 42,7 miliar. Jika 20 persen lahan di Babakan Siliwangi dijadikan bangunan, maka kerugian minimalnya mencapai Rp 8,5 miliar per tahun.

Sikap Pemerintah Kota Bandung khususnya Walikota Bandung yang tetap bersikukuh melegasilisasi dan melegitimasi PT EGI untuk membangun restoran dan sarana wisata lainnya merupakan tindakan yang tidak mencerminkan pemimpin yang memihak pada lingkungan hidup, kepentingan publik warga kota serta melanggar aturan peraturan perundang-undangan yang ada. Lebih parah lagi, kontribusi yang diberikan oleh PT EGI selama 20 tahun hanya sekitar Rp 7 Milyar, tentu nilai ekonomi yang sangat kecil yang dikontribusikan kepada Pemerintah Kota Bandung.

Mempertimbangkan hal di atas, maka Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi tetap menolak upaya komersialiasi dan alih fungsi-kepemilikan hutan kota Babakan Siliwangi. Sebangun dengan pengggalangan petisi dukungan publik, wujud komitmen dan kepedulian Warga Kota untuk menyelamatkan dan mempertahankan hutan kota Babakan Siliwangi akan terus menggalangan dana publik melalui Gerakan pengumpulan “Coin For Babakan Siliwangi” atau Gerakan Koin Untuk Selamatkan Babakan Siliwangi. Tujuan gerakan ini adalah membeli Hutan Kota Babakan Siliwangi agar selamat dari ancaman alih fungsi dan kepemilikan oleh pihak swasta. Koin yang tergalang dan terkumpul akan digunakan untuk membantu pemerintah kota membayar kompensasi, memelihara dan merawat hutan Kota Babakan Siliwangi ke depan.

Gerakan penggalangan dana publik melalui koin untuk baksil ini akan secara resmi akan dilanjutkan dengan pembukaan rekening di Bank Mandiri Cabang Babakan Siliwangi atas nama warga peduli babakan siliwangi. Pembukaan rekening akan dilakukan pada hari Jum’at, 15 Februari 2013 pukul 09.00 di Bank Mandiri Jalan Siliwangi nomer 3 Bandung. Penggalangan koin akan dilakukan selama 6 bulan ke depan. Harapannya, pemerintah kota Bandung segera mencabut ijin yang telah diberikan kepada PT EGI dan bergandengan dengan warga kota Bandung bersama-sama mengelola hutan kota Babakan Siliwangi.

Bandung, 15 Februari 2013
Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi


Reggi Kayong Munggaran
Juru Bicara Kampanye

#SaveBabakanSiliwangi + #Coin4BabakanSiliwangi

  01:09 pm, by greeneration 20
  09:47 am, reblogged  by greeneration 2
Rekruitmen UNIT USAHA baGoes

KUALIFIKASI UMUM
• Berpenampilan menarik, komunikatif, sehat jasmani dan rohani, serta berjiwa sosial
• Memiliki inisiatif dan mampu berpikir analitis, kreatif, solutif dalam memenuhi target
• Memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik serta mampu bekerja dalam Tim (team player)
• Memiliki alat kerja sendiri (laptop)
• BERDOMISILI DI BANDUNG

KUALIFIKASI SDM
1. baGoes Product Manager (kode: BPM)
• Wanita/Pria, maks. 29 tahun,
• Pengalaman bekerja 3 tahun dalam bidang pemasaran/ retail/ product branding
• S1 dari semua Jurusan, diutamakan Manajemen, Pemasaran, Administrasi Bisnis
• Kemampuan bahasa inggris yang baik
• Menguasai manajemen perencanaan dan strategi yang baik 
• Memiliki wawasan manajemen produksi dan pemasaran yang baik 

2. Staf Senior Custom (kode: SSC)
• Wanita/ Pria, maks. 27 tahun,
• Pengalaman bekerja 1 tahun dalam bidang pemasaran
• S1 dari semua Jurusan, diutamakan Manajemen, Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis
• Memahami manajemen perencanaan dan strategi
• Mampu memenuhi penjualan custom

3. Staf Senior Retail baGoes (kode: SSRB)
• Wanita/ Pria, maks. 27 tahun,
• Pengalaman bekerja 1 tahun dalam bidang pemasaran/ retail
• S1 dari semua Jurusan, diutamakan  Manajemen, Pemasaran, Administrasi Bisnis 
• Memahami manajemen perencanaan dan strategi 
• Mampu mengelola distribusi dan penjualan produk retail
• Memiliki kemampuan desain yang baik

4. Staf Online baGoes Retail (kode: SOnBR)
• Wanita/ Pria, maks. 23 tahun,
• S1 dari semua Jurusan, diutamakan Teknik Informatika 
• Memiliki pengetahuan tentang pengelolaan website
• Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik
• Memiliki kemampuan desain yang baik atau minimal memiliki sense desain yang bagus

5. Staf Offline baGoes Retail (kode: SOfBR)
• Wanita/ Pria, maks. 23 tahun,
• S1 dari semua Jurusan, diutamakan Manajemen, Pemasaran, Ilmu Komunikasi 
• Memiliki kemampuan networking yang baik
• Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik
• Memiliki kemampuan desain yang baik atau minimal memiliki sense desain yang bagus

SILAKAN KABARI KAMI DALAM BENTUK:
• Surat Lamaran maks. 1 halaman ukuran A4 (format bebas dan kreatif, TIDAK BOLEH FORMAL!),
• Fotokopi KTP
• Riwayat Hidup (Curriculum Vitae),
• Portofolio (bila ada),
• Melakukan dan melaporkan hasil tes. (http://www.ipersonic.net/id/)

ke: info@greeneration.org dan gardea@greeneration.org 
dengan judul (subjek) email: GI-[KODE SDM] [spasi] Nama

Mari bergabung dan berkarya bersama Greeneration Indonesia. :D

Rekruitmen UNIT USAHA baGoes

KUALIFIKASI UMUM

• Berpenampilan menarik, komunikatif, sehat jasmani dan rohani, serta berjiwa sosial

• Memiliki inisiatif dan mampu berpikir analitis, kreatif, solutif dalam memenuhi target

• Memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik serta mampu bekerja dalam Tim (team player)

• Memiliki alat kerja sendiri (laptop)

• BERDOMISILI DI BANDUNG

KUALIFIKASI SDM

1. baGoes Product Manager (kode: BPM)

• Wanita/Pria, maks. 29 tahun,

• Pengalaman bekerja 3 tahun dalam bidang pemasaran/ retail/ product branding

• S1 dari semua Jurusan, diutamakan Manajemen, Pemasaran, Administrasi Bisnis

• Kemampuan bahasa inggris yang baik

• Menguasai manajemen perencanaan dan strategi yang baik 

• Memiliki wawasan manajemen produksi dan pemasaran yang baik 

2. Staf Senior Custom (kode: SSC)

• Wanita/ Pria, maks. 27 tahun,

• Pengalaman bekerja 1 tahun dalam bidang pemasaran

• S1 dari semua Jurusan, diutamakan Manajemen, Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis

• Memahami manajemen perencanaan dan strategi

• Mampu memenuhi penjualan custom

3. Staf Senior Retail baGoes (kode: SSRB)

• Wanita/ Pria, maks. 27 tahun,

• Pengalaman bekerja 1 tahun dalam bidang pemasaran/ retail

• S1 dari semua Jurusan, diutamakan  Manajemen, Pemasaran, Administrasi Bisnis 

• Memahami manajemen perencanaan dan strategi 

• Mampu mengelola distribusi dan penjualan produk retail

• Memiliki kemampuan desain yang baik

4. Staf Online baGoes Retail (kode: SOnBR)

• Wanita/ Pria, maks. 23 tahun,

• S1 dari semua Jurusan, diutamakan Teknik Informatika 

• Memiliki pengetahuan tentang pengelolaan website

• Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik

• Memiliki kemampuan desain yang baik atau minimal memiliki sense desain yang bagus

5. Staf Offline baGoes Retail (kode: SOfBR)

• Wanita/ Pria, maks. 23 tahun,

• S1 dari semua Jurusan, diutamakan Manajemen, Pemasaran, Ilmu Komunikasi 

• Memiliki kemampuan networking yang baik

• Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik

• Memiliki kemampuan desain yang baik atau minimal memiliki sense desain yang bagus

SILAKAN KABARI KAMI DALAM BENTUK:

• Surat Lamaran maks. 1 halaman ukuran A4 (format bebas dan kreatif, TIDAK BOLEH FORMAL!),

• Fotokopi KTP

• Riwayat Hidup (Curriculum Vitae),

• Portofolio (bila ada),

• Melakukan dan melaporkan hasil tes. (http://www.ipersonic.net/id/)

ke: info@greeneration.org dan gardea@greeneration.org 

dengan judul (subjek) email: GI-[KODE SDM] [spasi] Nama

Mari bergabung dan berkarya bersama Greeneration Indonesia. :D

11:39 am, by greeneration

Hallo Semuaaaa..

Mau ngasih kabar-kabar terbaru nih: Greeneration Indonesia bersama Komunitas Sahabat Kota sedang mengembangkan modul edukasi sosial lingkungan, yang media utamanya berupa film animasi serial bertajuk “Petualangan Banyu”. Setelah “Petualangan Banyu bersama Titik Air (2009)” dan “Petualangan Banyu di Negeri Sampah (2011)”, Saat ini kami akan membuat serial selanjutnya dalam tema Energi, yang berjudul “Petualangan Banyu dan Elektra Menyalakan Kota”

Ayo bantu Wujudkan #Banyu dengan cara :

1. Donasikan sebagian rezekimu

2. Sebarkan info #banyu melalui jejaring media yang kamu miliki (FB, Twitter dll)

3. Sebarkan surat dibawah ini kepada teman-teman maupun milis yang kamu ikuti 

Mari Wujudkan #Banyu. Terima kasih. :D

Salam Kolaborasi,

Greeneration Indonesia

green attitude green environment

www.greeneration.org

=============================================================

Halo rekan-rekan, salam lestari!

Mau ngasih kabar-kabar terbaru nih: Greeneration Indonesia bersama Komunitas Sahabat Kota sedang mengembangkan modul edukasi sosial lingkungan, yang media utamanya berupa film animasi serial bertajuk “Petualangan Banyu”. Dari tahun 2009, sudah ada 2 serial yang telah dibuat yaitu: “Petualangan Banyu bersama Titik Air (2009)” dan “Petualangan Banyu di Negeri Sampah (2011)”.

Serial selanjutnya adalah tema Energi, yang berjudul “Petualangan Banyu dan Elektra Menyalakan Kota”. Bersama dengan film ini, terdapat juga paket modul edukasi untuk anak-anak, berisi aneka aktivitas menyenangkan untuk mengenal serta memahami isu energi. Misi kami film dan paket modul tersebut dapat digunakan sebagai media pendidikan lingkungan hidup (PLH) baik di sekolah maupun di berbagai komunitas luar sekolah.

Dibutuhkan dukungan rekan sekalian dalam bentuk penyebaran informasi dan donasi. Silakan berdonasi di http://wujudkan.com/projects/detail/85/Banyu-dan-Elektra-Menyalakan-Kota 

Dengan berdonasi rekan sekalian telah melakukan tindakan nyata untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan, melestarikan lingkungan hidup dan menciptakan senyum di wajah anak-anak :)

Paket donasi yang ditawarkan:

Rp. 50.000 keatas

Reward: Notes Sahabat Kota Ukuran A6 dan stiker Banyu

Rp. 100.000 keatas

Reward: baGoes reusable bag (S) dan stiker Banyu

Rp. 250.000 keatas

Reward: Paket CD (Film & Modul) Banyu dan stiker Banyu

Rp. 500.000 keatas

Reward: Paket CD (Film & Modul) Banyu, notes sahabat kota ukuran A5, baGoes reusable bag (M) dan stiker Banyu

Rp. 5.000.000 keatas

Reward: Mention sebagai produser dan 20 Paket CD (Film & Modul) Banyu

Rp. 10.000.000 keatas 

Reward: Mention sebagai produser dan 50 Paket CD (Film & Modul) Banyu.

Rp. 20.000.000 keatas

Reward: Mention sebagai produser eksekutif dan 100 Paket CD (Film & Modul) Banyu.

“For a child there is no division between playing and learning; between the things he or she does ‘just for fun’ and things that are ‘educational.’ The child learns while living and any part of living that is enjoyable is also play.”

~Penelope Leach

Portofolio Serial Banyu:

Petualangan Air : http://youtu.be/ayErRr1B2xw

Petualangan Negeri Sampah : http://youtu.be/wvN5XUp-gFk

05:15 am, by greeneration

Konferensi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20): “Masa Depan Yang Kita Inginkan”

The Future We Want – Plus Rio+20
Jakarta – Jumat 6 Juli 2012.
Selama sembilan hari mulai 13 – 22 Juni 2012, ribuan acara diadakan menjelang dan selama Konferensi Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan, di Rio de Janeiro, Brazil, yang selanjutnya lebih dikenal dengan KTT Rio+20, yang merupakan konferensi PBB terbesar yang pernah diselenggarakan dengan jumlah peserta sebanyak 29.373 orang yang terdiri dari para pemimpin Pemerintah, bisnis dan organisasi kemasyarakatan, pejabat PBB, akademisi, wartawan dan masyarakat umum (Delegasi sekitar 12.000 orang,  LSM dan Kelompok Utama 10.047 orang dan Media 3.989 orang).

KTT Pembangunan Berkelanjutan atau KTT Rio+20 diikuti oleh 191 negara yang dihadiri 105 Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dan 487 menteri. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi oleh sejumlah Menteri.  Kehadiran Presiden RI dan sejumlah Menteri menunjukkan keseriusan Indonesia untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan, termasuk kesiapan peran kepemimpinan Indonesia dalam agenda global.

KTT Rio+20 menyepakati Dokumen The Future We Want yang menjadi arahan bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di tingkat global, regional, dan nasional. Dokumen memuat kesepahaman pandangan terhadap masa depan yang diharapkan oleh dunia (common vision) dan penguatan komitmen untuk menuju pembangunan berkelanjutan (renewing political commitment). Dokumen ini memperkuat penerapan Rio Declaration 1992 dan Johannesburg Plan of Implementation 2002.

Dalam dokumen The Future We Want, terdapat 3 (tiga) isu utama bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan, yaitu: (i) Green Economy in the context of sustainable development and poverty eradication, (ii) pengembangan kerangka kelembagaan pembangunan berkelanjutan tingkat global (Institutional Framework for Sustainable Development), serta (iii) kerangka aksi dan instrumen  pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (Framework for Action and Means of Implementation).  Kerangka aksi tersebut termasuk penyusunan Sustainable Development Goals (SDGs)post-2015 yang mencakup 3 pilar pembangunan berkelanjutan secara inklusif, yang terinspirasi dari penerapan Millennium Development Goals (MDGs).

Bagi Indonesia, dokumen ini akan menjadi rujukan dalam pelaksanaan rencana pembangunan nasional secara konkrit, termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (2005-2025). Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup, instansi Pemerintah terkait dan seluruh pemangku kepentingan akan menyusun langkah tindak lanjut yang lebih konkrit untuk pelaksanaan kebijakan di lingkup masing-masing.

Kebijakan Pemerintah Indonesia “pro-growth, pro-poor, pro-job, pro-environment” pada dasarnya telah selaras dengan dokumen The Future We Want. Dalam sesi debat umum, Presiden RI menekankan bahwa untuk mewujudkan tujuan utama pembangunan berkelanjutan yaitu pengentasan kemiskinan, diperlukan tidak hanya sekedar pertumbuhan ekonomi, namun pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pemerataan atau “Sustainable Growth with Equity”.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, mengatakan, ”Hasil KTT Rio+20 harus ditindaklanjuti dengan aksi konkrit yang bermanfaat bagi peningkatan taraf hidup masyarakat (people-centered development).  Salah satu keuntungan yang dapat diperoleh oleh masyarakat dalam waktu dekat ini adalah pengembangan barang dan jasa yang ramah lingkungan, yang memungkinkan masyarakat untuk melaksanakan pola hidup hijau (green lifestyle). Barang dan jasa yang ramah lingkungan tersebut diharapkan akan memperkuat ekonomi domestik dan mendorong pelaku usaha melakukan produksi hijau.”

Rio+20 ini menghasilkan lebih dari US$ 513 Milyar yang dialokasikan dalam komitmen untuk pembangunan berkelanjutan, termasuk di bidang energi, transportasi, ekonomi hijau, pengurangan bencana, kekeringan, air, hutan dan pertanian. Selain itu terbangun sebanyak 719 komitmen sukarela untuk pembangunan berkelanjutan oleh pemerintah, dunia usaha, kelompok masyarakat sipil, universitas dan lain-lain.

dari Kementrian Lingkungan Hidup

03:30 pm, by greeneration

Atasi Sampah dengan MASUK RT

Permasalahan sampah yang tidak terkelola dengan baik sangat mempengaruhi sebab terjadinya perubahan iklim. Bandung, salah satu kota besar yang padat penduduk dan banyak dikunjungi wisatawan berpotensi menambah percepatan timbulan sampah dalam kurun waktu yang singkat. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan penerapan manajamen sampah yang tepat dan berkelanjutan serta melibatkan banyak pihak. Sejak tahun 2009, Greeneration Indonesia (GI) berperan aktif dalam pengelolaan sampah  melalui program Manajemen Sampah Untuk Kawasan Rumah Tangga (MASUK RT).

Program yang sudah diterapkan di wilayah RW 02 KPAD, Kelurahan Gegerkalong, Bandung, ini bertujuan membentuk partisipasi, swadaya, dan kemandirian masyarakat dalam sistem pengelolaan persampahan. Program ini berperan mengurangi pencemaran pada tanah, air, dan udara akibat pengelolaan sampah yang tidak memperhatikan pengelolaan lingkungan yang baik. Selain itu menjaga keseimbangan ekologis melalui kegiatan seperti pengomposan dan reduksi sampah mulai dari sumber. Melalui program ini pula masyarakat dapat meningkatkan produktivitas yang berpengaruh pada perekonomian dari para pelaku sektor persampahan seperti dinas kebersihan, pemulung (sektor informal), industri pengolahan sampah, industri kerajinan.

Penanggulangan sampah bukan sekedar masalah teknologi. GI melihat isu persampahan dari berbagai sisi untuk menemukan strategi dan solusi dalam manajemen persampahan yang saat ini belum optimal. Manajemen persampahan yang baik menerapkan lima aspek persampahan, yaitu peraturan, kelembagaan, pembiayaan, teknologi/manajemen, dan peran serta masyarakat. Keterlibatan dan peran aktif dari masyarakat dapat berpengaruh besar dalam perbaikan sistem pengelolaan sampah. Sistem manajemen persampahan yang ada saat ini belum mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam mengelola sampah, dan secara mendasar mengubah perilaku serta sudut pandang masyarakat akan isu persampahan dan sanitasi.

Program MASUK RT melibatkan peran aktif warga melalui pendekatan yang sesuai dengan kondisi ligkungan, psikologi, dan sosial masyarakat. Sudah dua tahun GI mendampingi 700 kepala keluarga di KPAD untuk mengelola sampahnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan terjadi pengurangan volume sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).  Pembentukan tim Satuan Kerja (Satker) MASUK RT merupakan salah satu upaya untuk mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat. Satker juga sebagai lembaga pelaksana dan pemantau keberlangsungan program, sedangkan GI berperan sebagai fasilitator atau pengelola pengetahuan, jejaring, dan modal program.

Pada proses pelaksanannya, MASUK RT juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan lembaga yang terdapat di wilayah tersebut sebagai pembuat kebijakan. Kepedulian tokoh masyarakat terhadap isu persampahan dapat meningkatkan kepercayaan warga terhadap program yang diterapkan di wilayah tersebut. Kerjasama multi pihak merupakan kunci keberhasilan program pengelolaan sampah ini.

Namun program ini bukan tanpa kendala. Selama dua tahun berjuang untuk pengelolaan sampah yang lebih baik membutuhkan tenaga serta pemikiran yang lebih dari sekedar konsep karena konsep paling ideal pun bisa berubah sesuai kondisi masyarakat. Perlu banyak penyesuaian dalam menjalankan program ini. Tidak semua masyarakat menyambut baik program ini. Banyak orang yang tidak merasa perlu melakukan pengelolaan sampah karena selama ini tidak pernah melihat sampah sebagai suatu masalah di tempat tinggalnya. Butuh waktu lama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa masalah sampah bukan hanya masalah hari ini, tapi juga masalah lingkungan bertahun-tahun mendatang.

Karakter dan kebutuhan masyarakat yang heterogen cukup menjadi kendala dalam penyesuaian program. Perlu pemetaan yang jelas sehingga memudahkan proses pendekatan dan memahami kebutuhan masyarakat. Berbagai konflik sosial yang muncul di masyarakat juga menjadi bagian dari proses pendampingan. Bagian ini membutuhkan penanganan yang tepat sehingga tidak menimbulkan konflik yang lebih besar. Peran serta masyarakat memang tahapan inti dari program pengelolaan sampah. Setelah tahapan itu tercapai, tahapan lain akan lebih mudah untuk dilaksanakan.

***

Indri Guli

11:05 am, by greeneration 2

Air Mengalir Sampai Jauh

Air mengalir sampai jauh,

Akhirnya ke laut…

Lirik lagu Bengawan Solo karya Gesang tersebut sepertinya tepat untuk menggambarkan siklus air sekarang ini. Beberapa tahun terakhir banyak air larian, yang mengalir begitu saja sampai jauh, sampai laut. Lalu mereka menguap lagi (dengan cepat) menjadi awan, lalu hujan. Lalu mengalir lagi sampai jauh.

Air yang mencapai dua per tiga bagian permukaan bumi jumlahnya tidak pernah berubah, hanya bentuknya berubah dalam siklus hidrologi yang terus-menerus, yakni air di daratan-air laut-uap air-air hujan).  Tetapi perlu diperhatikan dari seluruh air yang terdapat di muka bumi, 97,5% diantaranya merupakan air asin yang terdapat di laut. Dan hanya 2,5% saja yang berupa air tawar.

Dari jumlah 2,5 persen air tawar (freshwater) yang dimiliki bumi pun hanya sebanyak 0,4 persen yang terdapat di permukaan tanah (surface) dan atmosfir (atmospheric water). 0,4 persen air tawar inilah yang sering diperebutkan dan dikonsumsi oleh milyaran penduduk bumi. Selebihnya berupa glasier (gletser; bongkahan es) yakni sebesar 68,7%, ada pula yang tersimpan di dalam tanah dalam bentuk airtanah (groundwater) sebesar 30,1 % dan sebanyak 0,8% tersimpan dalam bentuk tanah beku (permafrost).

Laju pertambahan penduduk yang semakin cepat tentu berpengaruh pula pada meningkatnya kebutuhan akan air bersih. Padahal ketersediaan air di muka bumi ini sangat terbatas menurut ruang dan waktu, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Penggunaan air tanah merupakan salah satu alternatif yang dilakukan manusia guna memenuhi kebutuhan akan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri. Masalah yang kemudian muncul adalah penyedotan air tanah secara besar-besaran dapat mempengaruhi kualitas lingkungan, dalam hal ini air dan permukaan tanah.

Percepatan laju pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan berakibat semakin besarnya air larian yang akhirnya mempengaruhi  jumlah air tanah. Berkurangnya tanah sebagai daerah resapan air serta pohon-pohon yang menahan air mendukung semakin besarnya volume air larian. Air tersebut menggenang di permukaan dalam jumlah yang berlebihan, yang kita sebut banjir.

Kecilnya komposisi air tawar yang bisa kita konsumsi, serta daya renewable (perbaharuan) air yang sangat lama (Kecepatan renewable air adalah sepuluh pangkat minus dua cm per detik. Dengan kecepatan itu dibutuhkan waktu hingga beberapa generasi bagi air untuk memperbaharui dirinya), maka sudah saatnya kita menjadi bijak dalam menggunakan air. Langkah-langkah seperti membuat sumur resapan atau menabung air hujan dapat dijadikan alternative dalam menjaga ketersediaan air bersih demi kehidupan kita dan generasi penerus kita kelak.

Selamat Hari Air.

***

Indri Guli

02:05 pm, by greeneration 1

Headbag Mob


Sebagai salah satu program kampanye Diet Kantong Plastik Nasional dari Greeneration Indonesia, mob ini berusaha untuk mengintervensi publik secara massal di pusat-pusat aktivitas kota di 15 kota di IndonesiaSebanyak 73% masyarakat telah memiliki tas yang dapat digunakan berulang kali sebagai pengganti kantong  plastik, namun 79%  dari mereka tidak membawanya pada saat berbelanja. Alasan mereka tidak membawa tas belanja tersebut 63% Lupa dan 15% Malas* 

Dengan menyelenggarakan HEADBAG Mob, kami ingin membenamkan pemikiran di masyarakat untuk menggunakan tas belanjanya sendiri ketika berbelanja dan menghindari penggunaan kantong plastik yang berlebihan. Simbolisasi dari tujuan kegiatan ini yaitu dengan melakukan pergerakan massal sambil menggunakan tas baGoes di kepala. Rangkaian dari kegiatan Headbag Mob ini yaitu dimulai dari penukaran dua kantong plastik bekas pakai dengan tas pakai ulang yang dapat digunakan sebagai topeng, lalu tas tersebut digambar dan diwarnai. Setelah itu seluruh peserta menggunakan tas tersebut di kepala dan berjalan beramai-ramai.

Foto: Indri Guli

12:06 pm, by greeneration

Mau Dibawa Kemana Sampah Kita?

Masih banyak orang berpikir bahwa “membuang sampah pada tempatnya” adalah solusi untuk masalah persampahan, padahal kalimat itu sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini. Sekedar  membuang sampah pada tempatnya hanyalah memindahkan lokasi penumpukan sampah dari ruang yang kecil (skala rumah tangga) ke ruang yang lebih besar, dalam hal ini TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Metode tersebut sama sekali tidak mengurangi timbulan sampah yang ada.

Tahun 2005 merupakan catatan terburuk dalam pengelolaan persampahan di Bandung dengan meledaknya TPA Leuwigajah. Tetapi perlu diperhatikan bahwa tragedi tersebut tidak terjadi begitu saja dalam waktu yang singkat, melainkan akibat dari pengelolaan persampahan yang tidak tepat selama bertahun-tahun. Tentu saja ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah atau Dinas Kebersihan, tetapi tanggung jawab setiap individu yang berpotensi menyumbang timbulan sampah.

Saat beraktivitas setiap hari selalu ada sampah yang dihasilkan, baik kecil maupun besar. Seringkali kita tidak memikirkan perjalanan selanjutnya sampah tersebut; akan kemana dan jadi apa sampah yang kita buang. Kita hanya selesai pada tahap “terbebas dari sampah” padahal sampah itu kemudian menjadi masalah bagi orang lain. Sampah yang kita buang ke tempat sampah akan berkumpul dengan sampah-sampah yang juga dibuang oleh orang lain, lalu berakhir di TPA dan bertambah setiap saat. Jika begitu, siap-siap menghadapi lagi tragedi Leuwigajah.

Penanganan sampah sebaiknya dilakukan dari sumbernya, yaitu skala rumah tangga. Jika kita bisa meminimalisir keluarnya sampah dari rumah, tentu akan sangat mempengaruhi timbulan sampah yang ada di TPA. Cara yang paling efektif untuk mewujudkan itu adalah kurangi volume sampah (reduce). Bagaimana caranya? Mudah saja. Berikut ini beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:

  • Biasakan membeli sesuatu yang tidak menghasilkan terlalu banyak sampah, terutama sampah plastik. Ini bisa disisasati dengan membeli dalam jumlah banyak sekaligus.
  • Mulailah memilah sampah sesuai jenisnya. Sampah organik bisa dijadikan kompos dengan metode yang sederhana. Ini bisa mengurangi hampir 60% sampah di rumah kita.
  • Biasakan juga memanfaatkan barang-barang yang masih bisa digunakan (reuse). Misalnya botol-botol atau kaleng yang masih layak pakai dapat dimodifikasi dan dihias menjadi vas bunga. 
  • Gunakan kertas bolak-balik. Selain mengurangi timbulan sampah, menghemat penggunaan kertas juga berarti mengurangi percepatan kerusakan hutan karena sebagian besar kertas yang diproduksi masih berbahan baku kayu.
  • Jika memungkinkan, kita pun bisa mencoba mendaur ulang (recycle). Sampah kertas paling umum didaur ulang karena dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Jika kita tidak bisa mendaur ulang sendiri, kita cukup mengumpulkan dan menjualnya kepada pengumpul barang bekas. Dengan begitu, sampah kita tidak akan menumpuk di TPS atau TPA tetapi bernilai guna.

Catatan penting dalam menangani permasalahan sampah adalah mulailah menjadi bijak. Semoga dengan begitu lingkungan kita menjadi tempat yang selalu nyaman untuk dihuni.

***

Indri Guli

11:27 am, by greeneration 2