Program yang sudah diterapkan di wilayah RW 02 KPAD, Kelurahan Gegerkalong, Bandung, ini bertujuan membentuk partisipasi, swadaya, dan kemandirian masyarakat dalam sistem pengelolaan persampahan. Program ini berperan mengurangi pencemaran pada tanah, air, dan udara akibat pengelolaan sampah yang tidak memperhatikan pengelolaan lingkungan yang baik. Selain itu menjaga keseimbangan ekologis melalui kegiatan seperti pengomposan dan reduksi sampah mulai dari sumber. Melalui program ini pula masyarakat dapat meningkatkan produktivitas yang berpengaruh pada perekonomian dari para pelaku sektor persampahan seperti dinas kebersihan, pemulung (sektor informal), industri pengolahan sampah, industri kerajinan.
Penanggulangan sampah bukan sekedar masalah teknologi. GI melihat isu persampahan dari berbagai sisi untuk menemukan strategi dan solusi dalam manajemen persampahan yang saat ini belum optimal. Manajemen persampahan yang baik menerapkan lima aspek persampahan, yaitu peraturan, kelembagaan, pembiayaan, teknologi/manajemen, dan peran serta masyarakat. Keterlibatan dan peran aktif dari masyarakat dapat berpengaruh besar dalam perbaikan sistem pengelolaan sampah. Sistem manajemen persampahan yang ada saat ini belum mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam mengelola sampah, dan secara mendasar mengubah perilaku serta sudut pandang masyarakat akan isu persampahan dan sanitasi.
Program MASUK RT melibatkan peran aktif warga melalui pendekatan yang sesuai dengan kondisi ligkungan, psikologi, dan sosial masyarakat. Sudah dua tahun GI mendampingi 700 kepala keluarga di KPAD untuk mengelola sampahnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan terjadi pengurangan volume sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Pembentukan tim Satuan Kerja (Satker) MASUK RT merupakan salah satu upaya untuk mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat. Satker juga sebagai lembaga pelaksana dan pemantau keberlangsungan program, sedangkan GI berperan sebagai fasilitator atau pengelola pengetahuan, jejaring, dan modal program.
Pada proses pelaksanannya, MASUK RT juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan lembaga yang terdapat di wilayah tersebut sebagai pembuat kebijakan. Kepedulian tokoh masyarakat terhadap isu persampahan dapat meningkatkan kepercayaan warga terhadap program yang diterapkan di wilayah tersebut. Kerjasama multi pihak merupakan kunci keberhasilan program pengelolaan sampah ini.
Namun program ini bukan tanpa kendala. Selama dua tahun berjuang untuk pengelolaan sampah yang lebih baik membutuhkan tenaga serta pemikiran yang lebih dari sekedar konsep karena konsep paling ideal pun bisa berubah sesuai kondisi masyarakat. Perlu banyak penyesuaian dalam menjalankan program ini. Tidak semua masyarakat menyambut baik program ini. Banyak orang yang tidak merasa perlu melakukan pengelolaan sampah karena selama ini tidak pernah melihat sampah sebagai suatu masalah di tempat tinggalnya. Butuh waktu lama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa masalah sampah bukan hanya masalah hari ini, tapi juga masalah lingkungan bertahun-tahun mendatang.
Karakter dan kebutuhan masyarakat yang heterogen cukup menjadi kendala dalam penyesuaian program. Perlu pemetaan yang jelas sehingga memudahkan proses pendekatan dan memahami kebutuhan masyarakat. Berbagai konflik sosial yang muncul di masyarakat juga menjadi bagian dari proses pendampingan. Bagian ini membutuhkan penanganan yang tepat sehingga tidak menimbulkan konflik yang lebih besar. Peran serta masyarakat memang tahapan inti dari program pengelolaan sampah. Setelah tahapan itu tercapai, tahapan lain akan lebih mudah untuk dilaksanakan.
***
Indri Guli





